ELANG DAN KUMBANG

✍️ Aesop


Seekor elang sedang mengejar seekor kelinci yang berlari menyelamatkan diri dan kebingungan mencari pertolongan. Tiba-tiba ia melihat seekor kumbang dan memohon bantuannya. Ketika elang mendekat, kumbang itu memperingatkannya agar tidak menyentuh kelinci yang berada di bawah perlindungannya. Namun, elang tidak menyadari keberadaan kumbang itu karena ukurannya yang kecil, lalu menangkap kelinci dan memakannya. Kumbang itu tidak pernah melupakan kejadian ini dan selalu mengawasi sarang elang. Setiap kali elang bertelur, kumbang itu memanjat sarang, menggulingkan telur-telurnya, dan memecahkannya. Akhirnya, elang sangat khawatir kehilangan telur-telurnya sehingga ia pergi menemui Jupiter, pelindung khusus para elang, dan memohon agar Jupiter memberinya tempat yang aman untuk bersarang. Jupiter pun mengizinkan elang bertelur di pangkuannya. Namun, kumbang itu menyadari hal ini dan membuat bola tanah seukuran telur elang, lalu terbang dan meletakkannya di pangkuan Jupiter. Ketika Jupiter melihat kotoran itu, dia berdiri untuk mengibaskannya dari jubahnya, dan, karena lupa akan telur-telurnya, dia juga mengibaskannya, dan telur-telur itu pecah seperti sebelumnya. Sejak saat itu, konon, Elang tidak pernah bertelur pada musim ketika Kumbang berkeliaran.

Yang lemah terkadang akan menemukan cara untuk membalas penghinaan, bahkan terhadap yang kuat.