Seekor lalat hinggap di salah satu poros gerobak dan berkata kepada keledai yang menariknya, "Betapa lambatnya kau! Percepat langkahmu, atau aku akan menggunakan sengatku sebagai cambuk." Keledai itu sama sekali tidak terganggu. "Di belakangku, di dalam gerobak," katanya, "duduk tuanku. Dia memegang kendali, dan mencambukku dengan cambuknya, dan aku patuh padanya, tetapi aku tidak menginginkan kekurangajaranmu. Aku tahu kapan aku boleh berjalan lambat dan kapan tidak."