Sekuntum mawar dan sekuntum amaranth mekar berdampingan di sebuah taman, dan amaranth berkata kepada tetangganya, "Betapa aku iri padamu atas kecantikan dan aromamu yang harum! Tak heran kau begitu disukai banyak orang." Tetapi mawar menjawab dengan nada sedih, "Ah, sahabatku, aku hanya mekar untuk sementara waktu: kelopakku segera layu dan gugur, lalu aku mati. Tetapi bungamu tidak pernah layu, meskipun dipetik; karena bungamu abadi."