SINGA, JUPITER, DAN GAJAH

✍️ Aesop

SINGA, JUPITER, DAN GAJAH

Singa, meskipun bertubuh besar dan kuat, serta memiliki gigi dan cakar yang tajam, adalah seorang pengecut dalam satu hal: ia tidak tahan mendengar suara ayam jantan berkokok, dan selalu lari setiap kali mendengarnya. Ia mengeluh dengan getir kepada Jupiter karena telah membuatnya seperti itu; tetapi Jupiter berkata itu bukan salahnya: ia telah melakukan yang terbaik untuknya, dan, mengingat ini adalah satu-satunya kekurangannya, ia seharusnya merasa puas. Namun, Singa tidak mau terhibur, dan sangat malu dengan sifat pengecutnya sehingga ia berharap bisa mati. Dalam keadaan pikiran seperti itu, ia bertemu dengan Gajah dan berbicara dengannya. Ia memperhatikan bahwa binatang besar itu selalu menegakkan telinganya, seolah-olah sedang mendengarkan sesuatu, dan ia bertanya mengapa ia melakukan itu. Tepat saat itu seekor nyamuk datang berdengung, dan Gajah berkata, "Apakah kau melihat serangga kecil yang menyebalkan itu? Aku sangat takut jika ia masuk ke telingaku: jika ia masuk sekali saja, aku akan mati." Semangat Singa langsung bangkit ketika mendengar ini: "Karena," katanya dalam hati, "jika Gajah, sebesar apa pun dia, takut pada seekor nyamuk, aku tidak perlu terlalu malu karena takut pada seekor ayam jantan, yang sepuluh ribu kali lebih besar daripada nyamuk."