Buku ini berjudul "The Adventures of Ferdinand Count Fathom" karya Tobias Smollett, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1753. Berikut adalah rincian mengenai isi, target pembaca, dan manfaat yang dijanjikan buku ini:
Buku ini adalah sebuah novel yang menceritakan sejarah dan petualangan seorang tokoh antagonis bernama Ferdinand Count Fathom. Berbeda dengan pahlawan pada umumnya, Fathom digambarkan sebagai sosok penipu ulung yang licik, tidak berperikemanusiaan, dan penuh rasa tidak tahu berterima kasih.
Ceritanya mengikuti perjalanan hidup Fathom dari lahir di sebuah kereta militer di tengah peperangan, hingga karirnya sebagai penjahat profesional yang melakukan berbagai penipuan, pengkhianatan terhadap sahabatnya sendiri (Renaldo), serta upaya-upaya seduksi yang amoral di berbagai negara seperti Austria, Prancis, dan Inggris. Novel ini mencampurkan gaya realisme dengan elemen romantis awal yang mencekam, termasuk adegan-adegan horor dan melodramatis.
Ditujukan Kepada Siapa?
Buku ini ditujukan bagi orang dewasa, khususnya mereka yang dianggap penulis sebagai kelompok yang "kurang berpengalaman dan tidak waspada" (unexperienced and unwary).
Tema-tema di dalamnya sangat dewasa dan kompleks, meliputi:
- Dunia kejahatan dan penipuan (fraud and treachery).
- Skandal asmara dan perselingkuhan (gallantry and intrigue).
- Kritik sosial dan satir terhadap perilaku masyarakat kelas atas dan profesi tertentu seperti dokter gadungan.
- Konsekuensi hukum yang berat, seperti pemenjaraan karena hutang dan tuduhan bigami.
Manfaat yang Dijanjikan Setelah Membaca
Penulis menyatakan dalam pengantar bukunya bahwa tujuan utama menceritakan kisah seorang bajingan adalah untuk memberikan manfaat moral bagi pembacanya. Manfaat yang dijanjikan antara lain:
- Sebagai "Mercusuar" Peringatan: Buku ini berfungsi sebagai peringatan bagi orang yang belum berpengalaman agar dapat mengenali dan menghindari berbagai jerat serta tipu daya yang selalu mengintai dalam kehidupan nyata.
- Mencegah Perbuatan Buruk melalui Rasa Takut: Dengan memperlihatkan nasib akhir Ferdinand Count Fathom yang sangat menyedihkan—jatuh miskin, sakit keras, dan menderita di dalam penjara—pembaca diharapkan merasa ngeri untuk mencoba jalan kejahatan. Penulis percaya bahwa rasa takut akan hukuman lebih efektif mencegah kejahatan daripada sekadar iming-iming pahala.
- Memberikan Contoh Kemenangan Kebajikan: Untuk menyeimbangkan sosok Fathom yang jahat, penulis menghadirkan tokoh Count de Melvil yang berbudi luhur sebagai kontras. Hal ini bertujuan untuk menghormati kebajikan dengan kemuliaan dan mencap kejahatan dengan kehinaan, sehingga pembaca tergerak untuk memilih moralitas.
- Hiburan dan Pengetahuan: Selain pelajaran moral, buku ini berjanji untuk menghibur pembaca, menyingkap misteri kecurangan, dan memberikan wawasan tentang karakter manusia melalui satir yang menggelitik.
Singkatnya, setelah membaca buku ini, pembaca diharapkan menjadi lebih bijak dalam menilai orang lain dan lebih teguh dalam memegang prinsip moral karena telah melihat bahwa "kejahatan berdarah dingin, meski awalnya sukses, pada akhirnya akan membawa kehancuran".