Siapa yang begitu lemah imannya sehingga di saat bencana besar atau duka yang menghancurkan hati, ia tidak pernah memanggil Tuhannya? Siapa yang tidak pernah berseru ketika berhadapan dengan bahaya, kematian, atau misteri yang melampaui pengalaman dan pemahaman biasanya? Dari manakah datangnya naluri dalam yang begitu dalam ini, yang meluncur dari mulut semua makhluk hidup di saat-saat bahaya?
Gerakkan tanganmu dengan cepat di depan mata orang lain, dan kelopak matanya akan berkedip. Tepuk lutut orang lain, dan kakinya akan menyentak. Hadapkan orang lain pada kengerian yang kelam, dan mulutnya akan berucap, "Ya Tuhan," dari dorongan naluri yang sama.
Hidupku tidak perlu dipenuhi dengan agama agar aku dapat mengenali misteri terbesar alam ini. Semua makhluk yang berjalan di muka bumi, termasuk manusia, memiliki naluri untuk berteriak meminta pertolongan. Mengapa kita memiliki naluri ini, anugerah ini?
Bukankah jeritan kita adalah sebuah bentuk doa? Bukankah mustahil terbayangkan dalam sedunia yang diatur oleh hukum alam ini, seekor domba, atau bagal, atau burung, atau manusia dianugerahi naluri untuk berseru memohon pertolongan — kecuali bila ada Akal Agung yang sekaligus menetapkan bahwa seruan itu akan didengar oleh suatu kekuatan yang lebih tinggi, yang mampu mendengar dan menjawab permohonan kita? Mulai saat ini aku akan berdoa, namun seruanku memohon pertolongan hanyalah seruan memohon bimbingan.
Aku tak akan pernah memohon hal-hal duniawi. Aku bukan sedang memanggil pelayan untuk membawakan makanan. Aku bukan sedang memerintah pemilik penginapan untuk menyediakan kamar. Aku tak akan pernah meminta agar emas, cinta, kesehatan, kemenangan kecil, ketenaran, kesuksesan, atau kebahagiaan datang begitu saja kepadaku. Hanya bimbinganlah yang akan kupohonkan — agar aku ditunjukkan jalan untuk meraih semua itu — dan doaku itu akan selalu dijawab.
Petunjuk yang kucari mungkin datang, atau mungkin tidak datang — namun bukankah keduanya tetap merupakan sebuah jawaban? Jika seorang anak meminta roti dari ayahnya dan tidak diberikan, bukankah sang ayah tetap telah menjawab?
Aku akan berdoa memohon petunjuk, dan aku akan berdoa layaknya seorang pedagang, dengan cara ini—
Wahai Sang Pencipta segala sesuatu, tolonglah aku. Karena hari ini aku melangkah ke dunia dalam keadaan telanjang dan seorang diri, dan tanpa bimbingan tangan-Mu aku akan tersesat jauh dari jalan yang menuju pada keberhasilan dan kebahagiaan.
Aku tidak memohon emas, pakaian, atau bahkan kesempatan yang setara dengan kemampuanku; sebaliknya, bimbinglah aku agar aku dapat memperoleh kemampuan yang setara dengan kesempatanku.
Engkau telah mengajarkan singa dan rajawali cara berburu dan bertahan hidup dengan taring dan cakar mereka. Ajarkanlah aku cara berburu dengan kata-kata dan meraih kemakmuran dengan cinta, agar aku dapat menjadi singa di antara sesama manusia dan rajawali di tengah gelanggang perdagangan.
Bantulah aku untuk tetap rendah hati di tengah rintangan dan kegagalan; namun jangan sembunyikan dari pandanganku hadiah yang akan datang bersama kemenangan.
Berikanlah aku tugas-tugas yang telah menggagalkan orang lain; namun tunjukkanlah aku cara memetik benih keberhasilan dari kegagalan mereka. Hadapkanlah aku dengan ketakutan-ketakutan yang akan menempa jiwaku; namun anugerahkanlah aku keberanian untuk menertawakan keraguan dalam diriku.
Berikanlah aku hari-hari yang cukup untuk meraih tujuanku; namun bantulah aku menjalani hari ini seolah-olah ia adalah yang terakhir.
Bimbinglah kata-kataku agar berbuah kebaikan; namun tutuplah mulutku dari pergunjingan agar tiada yang dicemarkan.
Tanamkan dalam diriku kebiasaan untuk terus mencoba dan pantang menyerah; namun tunjukkan pula kepadaku cara memanfaatkan hukum rata-rata. Anugerahkan kepadaku kepekaan dalam mengenali peluang; namun bekali pula aku dengan kesabaran yang mampu memusatkan seluruh kekuatanku.
Mandikan aku dalam kebiasaan-kebiasaan baik agar yang buruk turut tenggelam bersamanya; namun anugerahkan aku rasa belas kasih terhadap kelemahan orang lain. Biarkan aku memahami bahwa segala sesuatu pada akhirnya akan berlalu; namun bantulah aku untuk senantiasa mensyukuri berkat-berkat yang hadir hari ini.
Hadapkan aku pada kebencian agar ia tak lagi asing; namun penuhi cangkirku dengan cinta untuk mengubah orang asing menjadi sahabat.
Namun semua ini hanya jika Engkau menghendaki. Aku hanyalah sebiji anggur kecil yang kesepian, berpaut pada sulurnya, namun Engkau telah menjadikanku berbeda dari yang lain. Sungguh, pasti ada tempat tersendiri untukku. Tuntunlah aku. Bantulah aku. Tunjukkanlah jalan bagiku.
Jadikanlah aku seutuhnya seperti yang telah Engkau rencanakan ketika benihku ditanam dan dipilih oleh-Mu untuk tumbuh di kebun anggur dunia ini.
Tolong hamba-Mu yang hina ini.
Tunjukkan jalanku, ya Tuhan.