Bab Sembilan – Gulungan kedua

✍️ Og. Mandino

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Inilah rahasia terbesar dari segala keberhasilan. Otot dapat membelah perisai dan bahkan merenggut nyawa, namun hanya kekuatan cinta yang tak kasat mata yang mampu membuka hati manusia — dan sebelum aku menguasai seni ini, aku tak akan lebih dari sekadar pedagang di pasar. Kujadikan cinta sebagai senjata terbesarku, dan tiada seorang pun yang kudatangi mampu bertahan dari kekuatannya.

Penalaran mereka mungkin menentang milikku; ucapanku mungkin mereka ragukan; penampilanku mungkin mereka cerca; wajahku mungkin mereka tolak; bahkan kesepakatan-kesepakatanku pun mungkin menimbulkan kecurigaan di benak mereka; namun cintaku akan mencairkan setiap hati, bagaikan matahari yang sinarnya melunakkan tanah liat yang paling keras sekalipun.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Dan bagaimana aku akan melakukan ini? Mulai saat ini aku akan memandang segala sesuatu dengan cinta, dan aku akan terlahir kembali. Aku akan mencintai matahari karena ia menghangatkan tulang-tulangku; namun aku juga akan mencintai hujan karena ia menyucikan jiwaku. Aku akan mencintai cahaya karena ia menunjukkan jalanku; namun aku juga akan mencintai kegelapan karena ia memperlihatkan bintang-bintang kepadaku. Aku akan menyambut kebahagiaan karena ia melapangkan hatiku; namun aku juga akan menanggung kesedihan karena ia membuka jiwaku. Aku akan mensyukuri pahala karena itu memang hakku; namun aku juga akan menyambut rintangan karena itu adalah tantanganku.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Dan bagaimana aku akan berbicara? Aku akan memuji musuh-musuhku dan mereka akan menjadi sahabat; aku akan mendukung teman-temanku dan mereka akan menjadi saudara. Senantiasa aku akan menggali alasan untuk bertepuk tangan; tak pernah aku akan mencari-cari dalih untuk bergunjing. Ketika aku tergoda untuk mencela, aku akan menggigit lidahku; ketika aku tergerak untuk memuji, aku akan berseru dari atas atap.

Bukankah burung-burung, angin, lautan, dan seluruh alam berbicara dengan musik pujian bagi Sang Pencipta mereka? Tidakkah aku dapat berbicara dengan musik yang sama kepada anak-anak-Nya? Mulai saat ini aku akan mengingat rahasia ini, dan ia akan mengubah hidupku.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Dan bagaimana aku akan bertindak? Aku akan mengasihi setiap manusia, sebab masing-masing memiliki sifat yang patut dikagumi, meski tersembunyi sekalipun. Dengan kasih, aku akan meruntuhkan tembok kecurigaan dan kebencian yang telah mereka bangun di sekeliling hati mereka, dan sebagai gantinya aku akan membangun jembatan agar kasihku dapat memasuki jiwa mereka.

Aku akan mencintai mereka yang ambisius, karena mereka mampu menginspirasi! Aku akan mencintai mereka yang gagal, karena mereka mampu mengajariku. Aku akan mencintai para raja, karena mereka tak lain hanyalah manusia; aku akan mencintai mereka yang lemah lembut, karena mereka adalah perwujudan yang ilahi. Aku akan mencintai mereka yang kaya, karena di balik kemewahan mereka tersimpan kesepian; aku akan mencintai mereka yang miskin, karena begitu banyak dari mereka yang ada. Aku akan mencintai mereka yang muda, karena keyakinan yang mereka genggam; aku akan mencintai mereka yang tua, karena kebijaksanaan yang mereka bagikan. Aku akan mencintai mereka yang rupawan, karena di balik mata mereka tersembunyi kesedihan; aku akan mencintai mereka yang tak menarik, karena jiwa mereka memancarkan kedamaian.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Namun bagaimana aku akan menyikapi tindakan orang lain? Dengan cinta. Sebab sebagaimana cinta adalah senjataku untuk membuka hati manusia, cinta pula menjadi perisaiku untuk menangkis anak panah kebencian dan tombak kemarahan. Kesulitan dan keputusasaan akan menghantam perisaiku yang baru, lalu luruh menjadi hujan selembut embun. Perisaiku akan melindungiku di tengah keramaian dan menopangku saat aku sendiri. Ia akan mengangkatku di saat-saat putus asa, namun menenangkanku di kala suka cita meluap. Ia akan semakin kokoh dan semakin teguh seiring waktu, hingga suatu hari aku akan menanggalkannya dan melangkah bebas di antara segala lapisan manusia — dan ketika itu tiba, namaku akan terpancang tinggi di puncak piramida kehidupan.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Dan bagaimana aku akan menghadapi setiap orang yang kujumpai? Hanya dengan satu cara. Dalam diam dan di dalam hatiku, aku akan menyapanya dan berkata, Aku Mencintaimu. Meski terucap dalam sunyi, kata-kata ini akan bersinar di mataku, mengurai kerutan di dahiku, mengukir senyum di bibirku, dan bergema dalam suaraku; dan hatinya pun akan terbuka. Siapa gerangan yang akan menolak daganganku, ketika hatinya merasakan cintaku?

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Dan yang paling utama, aku akan mencintai diriku sendiri. Karena ketika aku melakukannya, aku akan dengan sungguh-sungguh memeriksa segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuhku, pikiranku, jiwaku, dan hatiku. Tidak akan pernah aku memanjakan berlebihan permintaan ragaku, melainkan aku akan merawat tubuhku dengan kebersihan dan kesederhanaan. Tidak akan pernah aku membiarkan pikiranku tertarik pada kejahatan dan keputusasaan, melainkan aku akan mengangkatnya dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang telah teruji oleh zaman. Tidak akan pernah aku membiarkan jiwaku menjadi puas diri dan terlena, melainkan aku akan menghidupinya dengan perenungan dan doa. Tidak akan pernah aku membiarkan hatiku menjadi sempit dan pahit, melainkan aku akan membaginya — dan ia akan tumbuh serta menghangatkan bumi.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta di dalam hatiku.

Mulai saat ini aku akan mencintai seluruh umat manusia. Dari detik ini, segala kebencian telah aku buang dari dalam diriku, sebab aku tak punya waktu untuk membenci — hanya waktu untuk mencintai. Dari detik ini, aku melangkah pertama kali dalam perjalanan menjadi manusia sejati di antara sesama manusia. Dengan cinta, aku akan melipatgandakan penjualanku seratus kali lipat dan menjadi wiraniaga yang ulung. Jika aku tak memiliki kelebihan lain, cinta saja sudah cukup untuk membawaku menuju keberhasilan. Tanpa cinta, aku akan gagal, meskipun aku menguasai seluruh ilmu dan keahlian yang ada di dunia.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta, dan aku akan berhasil.